Jumat, 25 Februari 2011

Biologi Umum 1


Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang relatif lebih sederhana. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang besar: eubakteria yang meliputi hampir seluruh jenis bakteri, dan archaea, kelompok prokariota yang sangat mirip dengan bakteri dan berkembang-biak di lingkungan yang ekstrim seperti sumber air panas yang bersifat asam atau air yang mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Genom prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar, tanpa organisasi DNA.

Organisme eukariota memiliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks, antara lain dengan membran internal, organel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan sitoskeleton yang sangat terstruktur. Sel eukariota memiliki beberapa kromosom linear di dalam nuklei, di dalamnya terdapat sederet molekul DNA yang sangat panjang yang terbagi dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein yang lain.

Siklus sel adalah proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak dan mendukung segregasi untuk menghasilkan dua sel anakan yang identik secara genetik. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berulang (siklik)

Fase pada siklus sel
  1. Fasa S (sintesis): Tahap terjadinya replikasi DNA
  2. Fasa M (mitosis): Tahap terjadinya pembelahan sel (baik pembelahan biner atau pembentukan tunas)
  3. Fasa G (gap): Tahap pertumbuhan bagi sel.
    1. Fasa G0, sel yang baru saja mengalami pembelahan berada dalam keadaan diam atau sel tidak melakukan pertumbuhan maupun perkembangan. Kondisi ini sangat bergantung pada sinyal atau rangsangan baik dari luar atau dalam sel. Umum terjadi dan beberapa tidak melanjutkan pertumbuhan (dorman) dan mati.
    2. Fasa G1, sel eukariot mendapatkan sinyal untuk tumbuh, antara sitokinesis dan sintesis.
    3. Fasa G2, pertumbuhan sel eukariot antara sintesis dan mitosis.
Fasa tersebut berlangsung dengan urutan S > G2 > M > G0 > G1 > kembali ke S. Dalam konteks Mitosis, fase G dan S disebut sebagai Interfase.

Regenerasi sel adalah proses pertumbuhan dan perkembangan sel yang bertujuan untuk mengisi ruang tertentu pada jaringan atau memperbaiki bagian yang rusak.

Diferensiasi sel adalah proses pematangan suatu sel menjadi sel yang spesifik dan fungsional, terletak pada posisi tertentu di dalam jaringan, dan mendukung fisiologis hewan. Misalnya, sebuah stem cell mampu berdiferensiasi menjadi sel kulit.


Struktur sel

Sel eukariota

Secara umum setiap sel memiliki
*       membran sel,
*       sitoplasma, dan
*       inti sel atau nukleus.

Sitoplasma dan inti sel bersama-sama disebut sebagai protoplasma. Sitoplasma berwujud cairan kental (sitosol) yang di dalamnya terdapat berbagai organel yang memiliki fungsi yang terorganisasi untuk mendukung kehidupan sel. Organel memiliki struktur terpisah dari sitosol dan merupakan "kompartementasi" di dalam sel, sehingga memungkinkan terjadinya reaksi yang tidak mungkin berlangsung di sitosol. Sitoplasma juga didukung oleh jaringan kerangka yang mendukung bentuk sitoplasma sehingga tidak mudah berubah bentuk.

Organel-organel yang ditemukan pada sitoplasma adalah
*       mitokondria (kondriosom)
*       badan Golgi (diktiosom)
*       retikulum endoplasma
*       plastida (khusus tumbuhan, mencakup leukoplas, kloroplas, dan kromoplas)
*       vakuola (khusus tumbuhan)

Sel tumbuhan dan sel bakteri memiliki lapisan di luar membran yang dikenal sebagai dinding sel. Dinding sel bersifat tidak elastis dan membatasi perubahan ukuran sel. Keberadaan dinding sel juga menyebabkan terbentuknya ruang antarsel, yang pada tumbuhan menjadi bagian penting dari transportasi hara dan mineral di dalam tubuh tumbuhan.
 
Reproduksi Sel
• Semua sel berproduksi selama perkembangan embrionik –> pertumbuhan embrio dan diferensiasi sel yang membentuk jaringan dan organ
• Sel-sel yg berproduksi seumur hidup –> sum-sum tulang, kulit dan saluran cerna
• Sel-sel yang berproduksi bila diperlukan –> sel hati dan ginjal
• Sel-sel yang tidak berproduksi –> sel saraf, otot dan jantung
• Sel yg berproduksi akan menggandakan informasi yg terkandung dalam DNAnya dan kemudian membelah diri untuk menjadi dua sel baru

Siklus Sel
Interfase (tidak aktif membelah atau stadium istirahat)
Periode interfase yaitu:
• Periode saat sel istirahat setelah menjalani mitosis
• Periode pada saat sel secara aktif membentuk protein, lemak, dan potongan-potongan RNA
• Periode pada waktu penyalinan DNA
• Fase ini memakan waktu 10 s.d 20 jam

Mitosis (pembelahan sel)
• Stadium mitosis
• Profase –> struktur protein yg tdp pd Sitoplasma sel bergerak kearah kutub yg berlawanan à pecah membran inti sel à kromosom diluar inti (sitoplama)
• Metafase –> Kromosom 2 set pasangan yg berdampingan dibagian tengah sel
• Anafase –> mikrotubulus mulai menarik pasangan kromosom agar terpisah
• Telofase –> sel terbelah ditengahnya dan terbentuk membran inti yang baru
• Fase ini memakan waktu 1 jam

MEIOSIS
• Proses dimana sel-sel seks ovarium (oosit primer) atau testis (spermatosit primer)à sel telur atau sperma yang matang
• Replikasi DNA dalam sel seks yg diikuti oleh pembelahan 2 sel –> terbtk 4 sel anak yg masing-masing hanya memilki 1 pasang kromosom yaitu 23 kromosom.
• Selama fertilisasi informasi genetik yang terkandung dalam 23 kromosom telur akan manyatu dalam 23 kromosom sperma –> Embrio dg kromosom total 46


Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.

Komponen pembentuk

Abiotik

*       Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Misal : suhu, air, garam, cahaya matahari, tanah dan batu, iklim.

Autotrof

*       Komponen autotrof terdiri dari organisme yang dapat membuat makanannya sendiri dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti sinar matahari (fotoautotrof) dan bahan kimia (kemoautotrof) Komponen autotrof berperan sebagai produsen. Yang tergolong autotrof adalah tumbuhan berklorofil.

Heterotrof

*       Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya. Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro (fagotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.

Pengurai

*       Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar.
Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu. 
Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu:
*       aerobik : oksigen adalah penerima elektron
*       anaerobik : oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron /oksidan
*       fermentasi : anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron.

Kebergantungan

Antar komponen biotik

Kebergantungan antar komponen biotik dapat terjadi melalui
  1. Rantai makanan, yaitu perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau taraf trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan hijau sebagai produsen. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua, terdiri atas hewan pemakan tumbuhan yang biasa disebut konsumen primer. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga, terdiri atas hewan-hewan karnivora. Setiap pertukaran energi dari satu tingkat trofi ke tingkat trofi lainnya, sebagian energi akan hilang.
  2. Jaring- jaring makanan, yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.

Antar komponen biotik dan abiotik

Kebergantungan antara komponen biotik dan abiotik dapat terjadi melalui siklus materi, seperti:
  1. siklus karbon
  2. siklus air
  3. siklus nitrogen
  4. siklus sulfur
Siklus ini berfungsi untuk mencegah suatu bentuk materi menumpuk pada suatu tempat. Ulah manusia telah membuat suatu sistem yang awalnya siklik menjadi nonsiklik, manusia cenderung mengganggu keseimbangan lingkungan.

Tipe-tipe Ekosistem

Akuatik (air)

*       Ekosistem air tawar.
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. 

*       Ekosistem air laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25 °C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi, sehingga terdapat batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah yang disebut daerah termoklin.

*       Ekosistem estuari.
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan.

*       Ekosistem pantai.
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin. Tumbuhan yang hidup di ekosistem ini menjalar dan berdaun tebal.

*       Ekosistem sungai.
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang. Ekosistem sungai dihuni oleh hewan seperti ikan kucing, gurame, kura-kura, ular, dan buaya.

*       Ekosistem terumbu karang.
Ekosistem ini terdiri dari coral yang berada dekat pantai. Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora.
Ekosistem laut dalam.
Kedalamannya lebih dari 6.000 m. Biasanya terdapat lele laut dan ikan laut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen terdapat bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.

*       Ekosistem lamun.
Lamun atau seagrass adalah satu‑satunya kelompok tumbuh-tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut. Tumbuh‑tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal.  Seperti hal­nya rumput di darat, mereka mempunyai tunas berdaun yang tegak dan tangkai‑tangkai yang merayap yang efektif untuk berbiak. Berbeda dengan tumbuh‑tumbuhan laut lainnya (alga dan rumput laut), lamun berbunga, berbuah dan meng­hasilkan biji. Mereka juga mempunyai akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan zat‑zat hara. Sebagai sumber daya hayati, lamun banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Terestrial (darat)

*       Hutan hujan tropis.
Ciri-cirinya adalah curah hujan 200-225 cm per tahun. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Variasi suhu dan kelembapan tinggi, suhu sepanjang hari sekitar 25 °C. Dalam hutan hujan tropis sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan) dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.

*       Sabana.
Sabana dari daerah tropik terdapat di wilayah dengan curah hujan 40 – 60 inci per tahun, tetapi temperatur dan kelembaban masih tergantung musim. Hewan yang hidup di sabana antara lain serangga dan mamalia seperti zebra, singa, dan hyena.

*       Padang rumput.
Ciri-ciri padang rumput adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun, hujan turun tidak teratur, porositas (peresapan air) tinggi, dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular.

*       Gurun.
Ciri-ciri ekosistem gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Di gurun dijumpai tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, semut, ular, kadal, katak, kalajengking.
Hutan gugur.
Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewan yang terdapat di hutam gugur antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakun (sebangsa luwak).

*       Taiga
Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag.

*       Tundra
Tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan perdu, dan rumput alang-alang.

*       Karst

Karst (batu gamping /gua).
Ciri-ciri yaitu, tanahnya kurang subur untuk pertanian, sensitif terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori aerasi yang rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh pori-pori mikro.

Buatan

Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah. Contoh ekosistem buatan adalah:
*       bendungan
*       hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus
*       agroekosistem berupa sawah tadah hujan
*       sawah irigasi
*       perkebunan sawit


Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.

Selasa, 22 Februari 2011

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar


1.       Visi ISBD sebagai berikut:
“Agar berkembangnya mahasiswa sebagai manusia yang kritis, peka, dan arif dalam memahami keragaman, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan kemasyarakatannya”.

2.       Misi ISBD sebagai berikut:
“Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya”.

3.       Tujuan umum ISBD sebagai berikut:
a.       Pengembangan kepribadian manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya.
b.      Kemampuan menanggapi secara kritis dan berwawasan luas masalah sosial budaya dan masalah lingkungan sosial budaya.
c.       Kemampuan menyelesaikan secara halus, arif dan manusiawi masalah-masalah tersebut.

4.       Tujuan khusus ISBD sebagai berikut:
a.       Mempertajam kepekaan terhadap sosial budaya dan lingkunagn sosial budaya terutama untuk kepentingan profesi.
b.      Memperluas pandangan tentang masalah sosial budaya dan masalah kemanusiaan serta mengembangkan kemampuan daya kritis terhadap kedua masalah tersebut
c.       Menghasilkan calon pemimpin bangsa dan negara yang tidak bersifat kedaerahan dan tidak terkotak-kotak oleh disiplin ilmu yang ketat dalam menanggapi dan menangani masalah dan nilai-nilai dalam lingkungan sosial budaya.
d.      Maningkatkan kesadaran terhadap nilai manusa dan kehiduupan manusiawi.
e.      Membina kemampuan berpikir dan bertindak objektif untuk menangkal pengaruh negatif yang dapat merusak lingkungan sosial budaya.

 MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

A.      Manusia
1.       Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait antara lain:
a.       Jasad à badan kasar manusia yang nampak dari luar
b.      Hayat à mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
c.       Ruh à daya yang bekerja secara spiritual
d.      Nafs à diri atau keakuan yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
2.       Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu:
a.       Id à merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak tampak
b.      Ego à sebagai kepribadian menghubungkan energi id ke dalam saluran sosial
c.       Seperego à struktur kepribadian yang paling akhir dan muncul kira-kira usia 5 tahun.
Id, ego, dan superego digunakan sebagai alat analisis bagi tingkah laku manusia.

B.      Hakekat Manusia
Pada hakekatnya manusa adalah;
1.       Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh dan hanya untuk sementara.
2.       Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna jika dibandingakan dengan makhluk lain. Perasaan dalam diri manusia ada dua macam:
a.       Perasaan indrawi
b.      Perasaan rohani, contohnya:
1.       Perasaan intelektual
2.       Perasaan estetis
3.       Perasaan etis
4.       Perasaan diri
5.       Perasaan sosial
6.       Perasaan religius
3.       Makhluk biokultural yaitu makhluk hayati yang budayawati.
4.       Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi) mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.\

C.      Hidup manusia mempunyai tiga taraf yaitu:
1.       Estetis : dalam kehidupan estetis manusia mampu manangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang menggungkan dan mengungkapkan kembali karya dalam lukisan, tarian, nyanyian dan lain-lain.
2.       Etis: manusia meningkatkan etis ke dalam rangkaian manusiawi dalam bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan.
3.       Religius: manusia menghayati pertemuan dengan Tuhan.

D.      Kebudayaan
1.       Pengertian kebudayaan
a.       Menurut E.B Taylor, kebudayaan adalah kompleks yang mencangkup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
b.      Menurut Solo Sumarjan, dan Soelaeman Sumarno, kebudayaan adalah sebagai hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
c.       Manurut Sutan Takdir Alisyahbana, kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.
d.      Menurut Koentjoroningrat, kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
e.      Menurut Van Peursen, kebudayaan adalah sebagai manifestasi kehidupan setiap orang dan kehidupan setiap kolompok orang-orang berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja di tengah alam, melainkan selalu mengubah alam
f.        Menurut A.L Krober dan C. Kluckhon, kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
2.       Unsur-unsur kebudayaan
a.       Menurut Melville J. Herkovits, unsur kebudayaan yaitu:
1.       Alat-alat tekhnologi
2.       Sistem ekonomi
3.       Keluarga
4.       Kekuatan politik
b.      Menurut Brownislaw Malinowski, unsur kebudayaan yaitu:
1.       Sistem norma
2.       Organisasi ekonomi
3.       Alat-alat atau lembaga atau petugas pendidikan
4.       Organisasi kekuatan
c.       Menurut C. Kluckhohn, unsur kebudayaan yaitu:
1.       Sistem religi sistem kepercayaan
2.       Sistem organisasi kemasyarakatan
3.       Sistem pengetahuan
4.       Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
5.       Sistem tekhnologi dan peralatan
6.       Bahasa
7.       Kesenian
3.       Ciri-ciri kebudayaan adalah
a.       Produk manusia / ciptaan manusia
b.      Bersifat sosial, kebudayaan tidak pernah dihasilkan secara individual
c.       Diteruskan melalui proses belajar.
d.      Bersifat simbolik karena mengekspresikan manusia dan segala upayanya untuk mewujudkan dirinya
e.      Sistem pemenuhan berbagai kebutuhan manusia, manusia memenuhi kebutuhan dengan cara beradap /  manusiawi.
Wujud kebudayaan yaitu
a.       Wujud ideal adalah sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-peraturan. Wujud ideal dapat kita sebut adat, tata kelakuan, adat istiadat.
b.      Sistem sosial adalah wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan lain manurut pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan.
c.       Kebudayaan fisik adalah wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

E.       Isi utama kebudayaan:
Isi utama kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan di dalam masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat itu sendiri, baik dalam bentuk atau berupa:
1.       Sistem pengetahuan
Sistem pengetahuan ang dimiliki sebagai makhluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami:
a.       Alam sekitar
b.      Alam flora di daerah tempat tinggal
c.       Alam fauna di daerah tempat tinggal
d.      Zat-zat bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya
e.      Tubuh manusia
f.        Sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia
g.       Ruang dan waktu
h.      Untuk memperoleh pengetahuan tersebut di atas manusia melakukan tiga cara, yaitu sebagai berikut:
1.       Melalui pengalaman dalam kehidupan sosial
2.       Pengetahuan melalui pengalaman langsung ini akan membentuk kerangka pikir individu untuk bersikap dan bertindak sesuai dengan aturan yang dijadikan pedomannya.
3.       Berdasarkan pengalamannya yang diperoleh melalui pendidikan formal/resmi maupun dari pendidikan non formal/tidak resmi seperti kursus-kursus, penataran-penataran, ceramah
4.       Melalui petunjuk-petunjuk yang bersifat simbolis, yang sering disebut sebagai komunikasi simboliks.
2.       Nilai
Nilai adalah sesuatu yang baik selalu diinginkan, dicita-citakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.
Karena itu sesuatu dikatakan bernilai apabila berguna dan berharga, indah, baik, religius.
Manurut C. Kluchohn bahwa yang menentukan orientasi nilai budaya manusia di dunia adalah lima dasar yang bersifat universal yaitu sebagai berikut:
a.       Hakekat hidup manusia
b.      Hakekat karya manusia
c.       Hakekat waktu manusia
d.      Hakekat alam manusia
e.      Hakekat hubungan antar manusia

3.       Pandangan Hidup
Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangsa atau masyarakat dalam menjawab/mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya.
Di dialamnya terkandung konsep nilai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu masyarakat. Oleh karena itu, pandangan hidup merupakan nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat dengan dipilih secara selektif oleh individu, kelompok atau bangsa.

4.       Kepercayaan
Kepercayaan yang mengandung arti yang lebih luas dari pada agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Pada dasarnya, manusia memiliki naluri untuk menghambakan diri kepada yang maha tinggi, yaitu:
“dimensi lain di luar diri dan lingkungannya, yang dianggap mampu mengendalikan hidup manusia.”
Dorongan ini sebagai akibat atau refleksi ketidakmampuan manusia dalam menghadapi tantangan-tantangan hidup, dan hanya yang maha tinggi saja yang mampu memberikan kekuatan dalam mencari jalan keluar dari permasalahan hidup dan kehidupan.

5.       Persepsi
Persepsi adalah suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan untuk memahami kejadian suatu gejala dalam kehidupan.
Persepsi terdiri atas:
a.       Persepsi sensorik yaitu persepsi yang terjadi tanpa menggunakan salah satu indra manusia
b.      Persepsi telepatik yaitu kemampuan pengetahuan kegiatan mental individu lain
c.       Persepsi clairvoyance yaitu kemampuan melihat peristiwa atau kejadian di tempat lain, jauh dari tempat orang yang bersangkutan.

6.       Etos kebudayaan
Etos = Jiwa = Watak khas
Etos sering tampak pada gaya perilaku warga
Misalnya: kegemaran-kegemaran warga masyarakat, berbagai benda budaya hasil karya mereka, dilihat dari luar oleh orang asing.

Contoh: kebudayaan batak dilihat dari orang jawa sebagai orang yang agresif, kasar, kurang sopan, tegas, konsekuen, dan berbicara apa adanya.
Sebaliknya kebudayaan jawa dilihat oleh orang batak bahwa orang jawa memanarkan keselarasan, kesuraman, ketenangan yang berlebih, lembat, tingkah laku yang sukar ditebak, gagasan yang terbelit-belit, feodal serta diskriminasi terhadap tingkatan sosial.

F.       Sifat-sifat Budaya
Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda tapi setiap kebudayaan mempunyai ciri dan sifat yang sama.
Sifat hakiki dari kebudayaan adalah sebagai berikut:
1.       Budaya terwujud dan tersalur dari perilaku manusia
2.       Budaya telah ada terlebih dahulu dari pada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
3.       Budaya diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah laku
4.       Budaya mencakup aturan-aturan yang berisikan kejiwaan-kejiwaan, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan. 

G.     Sistem Budaya
Sistem budaya merupakan komponen dari kebudayaan yang bersifat abstrak dan terdiri dari:
1.       Pikiran-pikiran
2.       Gagasan
3.       Konsep
4.       Keyakinan
Sistem kebudayaan merupakan bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa indonesia disebut sebagai adat istiadat, dan salah satu fungsi sistem budaya adalah merata serta menetapkan tindakan-tindakan dan tingkah laku manusia.
Menurut bronislaw molinowski, unsur pokok kebudayaan adalah sebagai berikut:
1.       Sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat, di dalam upaya menguasai alam sekelilingnya.
2.       Organisasi ekonomi
3.       Alat-alat dan lembaga pendidikan
4.       Organisasi kekuatan
Menurut melville j. heekovits unsur pokok kebudayaan adalah sebagai berikut:
1.       Alat-alat tekhnologi
2.       Sistem ekonomi
3.       Keluarga
4.       Kekuasaan politik
Jenis kebudayaan dapat dikelompokan sebagai berikut:
1.       Kebudayaan material, yaitu berupa:
a.       Hasil cipta
b.      Karsa
c.       Yang berwujud benda
d.      Barang alat pengolahan alam
Contoh: gedung, pabrik, jalan, rumah dan sebagainya.
2.       Kebudayaan non-material yaitu sebagai berikut:
a.       Hasil cipta
b.      Karsa
c.       Yang berwujud kebiasaan
d.      Adat istiadat
e.      Ilmu pengetahuan
Non material antara lain sebagai berikut ini:
a.       Volkways (norma kelaziman)
b.      Mores (norma kesusilaan)
c.       Norma hukum
d.      Model fashion

Kebudayaan dapat dilihat dari dimensi wujudnya ada sebagai berikut:
1.       Sistem budaya: kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, peraturan, dsb.
2.       Sistem sosial: merupakan kompleks dari aktivitas serta parpol dan manusia dalam organisasi dan masyarakat.
3.       Sistem kebendaan: wujud kebudayaan fisik atau alat-alat yang diciptakan manusia untuk kemudahan hidupnya.

Manusia Sebagai Pencipta dan Pengguna Kebudayaan
Kebudayaan yang mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Bermacam-macam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dengan pengorbanan, seperti:
1.       Kekuatan alam
2.       Kekuatan lainnya yang tidak selalu baik
Kecuali itu manusia memerlukan kepuasan, sebagai berikut:
1.       Kepuasan dibidang spiritual
2.       Kepuasan dibidang material
Tekhnologi mempunyai peran sebagai berikut:
1.       Sebagai pedoman terhadap hubungan antara manusia dengan kelompoknya
2.       Sebagai wadah untuk menyalurkan kemampuan dan perasaan manusia
3.       Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4.       Sebagai manusia dengan binatang
5.       Sebagai petunjuk bagaimana manusia bertindak dan berperilaku di dalam pergaulannya.
6.       Sebagai pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikap yang berhubungan dengan orang lain.
7.       Sebagai modal dasar pembangunan
Sebagai makhluk budaya manusia memiliki berbagai kebutuhan, yaitu sebagai berikut:
1.       Kebutuhan jasmani, berupa:
a.       Pangan
b.      Sandang
c.       Rumah /  papan
d.      Olah raga
2.       Kebutuhan rohani, berupa:
a.       Pendidikan dan pelatihan
b.      Hiburan
c.       Kesenia
d.      Keagamaan
3.       Kebutuhan biologis , berupa:
Kebutuhan yang berguna bagi pengembangan keluarga dan kelangsungan generasi.
4.       Pemenuhan kebutuhan, berupa:
Kebutuhan jasmani dan rohani dapat dipenuhi dari alam lingkungannya.

Minggu, 13 Februari 2011

PERILAKU ORGANISME


Semua organisme mempunyai kepekaan terhadap rangsangan (iritabilitas) sehingga mereka bereaksi terhadap rangsangan. Perilaku organisme yang yang akan dibahas di sini adalah tentang perilaku tumbuhan terhadap rangsangan / stimulus (eksternal maupun internal) yang dikenal sebagai tropisme, dan perilaku hewan terhadap stimulus yang disebut taksis. Yang juga penting dibahas di sini adalah perilaku hewan di alam yang disebut dengan etologi.

1.  Tropisme
Stimulus eksternal yang menyebabkan tumbuhan bereaksi gerak biasanya adalah cahaya matahari, beberapa stimulus yang lain seperti sentuhan yang menyebabkan gerak nasty, yaitu suatu respon tumbuhan yang arah gerak tumbuhannya tak tergantung (independent) terhadap arah datangnya (asal) stimulus, seperti tumbuhan putri malu (Mimosa pudica) jika tersentuh menghasilkan respon yang disebut tropisme. Jadi, tropisme disebut sebagai respon tumbuhan terhadap rangsangan yang menghasilkan gerak tumbuh dan gerak tumbuhan yang tergantung (dependent) kepada arah datangnya stimulus. Gerak tumbuhan terhadap rangsangan gaya tarik bumi (gravitasi) disebut geotropisme. Geotropisme positif ditunjukkan oleh akar sedangkan batang tumbuhan menunjukkan geotropisme negatif. Cahaya matahari juga menghasilkan respon tumbuhan yang non gerak seperti proses fotosintesis.
            Cahaya matahari bertindak sebagai katalisator di samping klorofil (zat hijau daun) yang berada dalam dalam butir-butir kloroplas untuk menghasilkan reaksi kimia dari bahan-bahan anorganik yang diperolehnya seperti gas asam arang (karbondioksida) dan air kemudian diubahnya menjadi bahan organik (karbohidrat) dan gas oksigen sebagai hasil sampingnya. Karena reaksi kimia ini tidak menghasilkan gerak visual, maka proses fotosintesis ini tidak dapat dikategorikan sebagai perilaku tumbuhan.

2. Hormon Tumbuhan
Hormon adalah bahan kimia dalam konsentrasi yang sangat kecil yang dihasilkan oleh suatu bagian badan dari sebuah organisme dan dikirimkan ke bagian lain dari organisme tersebut untuk menunjang berbagai kegiatan hidupnya.
Pada tumbuhan dikenal 5 kelompok hormon utama, yaitu auksin, giberalin, sitokinin, asam absisi (abscisic acid) dan etilen. Auksin dikenal karena peranannya dalam fototropisme, hormon pertumbuhan yang bereaksi langsung terhadap cahaya. Auksin juga berperan dalam perpanjangan koleoptil. Kelompok hormon tumbuhan lain adalah giberalin. Hormon ini diperoleh dari sejenis jamur, alga hijau, alga coklat, dan tumbuhan vaskuiar lain. Peranan utama giberalin ini di tumbuhan tingkat tinggi adalah merangsang pertumbuhan sel-sel batang. Efek lain dari hormone ini adalah memacu pertumbuhan daun dan terutama pada tumbuhan monokotil, menghalangi pembentukan akar, merangsang pertumbuhan sel-sel ujung batang, diferensiasi jaringan phloem, dan pertumbuhan bunga jantan.
Hormon sitokinin dikenal sebagai hormon pertumbuhan, yang juga berperan dalam pembentukan buah dan biji. Sitokinin juga dapat memperlambat proses penuaan. Kalau auksin, giberalin, dan sitokinin merupakan  hormon-hormon pemacu pertumbuhan, maka asam absisi justru sebagai penghambat pertumbuhan (growth inhibitor). Asam ini diproduksi di daun tua dan diedarkan ke seluruh badan tumbuhan. Jika konsentrasi asam absisi lebih tinggi daripada giberelin dan sitokinin, maka pada akhir musim tumbuh, asam ini akan menginduksi meristen pucuk untuk berhenti membelah diri, sehingga akan memicu dormansi dari tunas dan biji. Peranan yang penting dari asam absisi selama musim tumbuh adalah dapat dengan cepat menutup stomata begitu musim kering tiba.
Hormon tumbuhan yang lain, etilen berupa gas pada suhu dan tekanan normal. Produksi dan efek dari etilen kelihatannya berhubungan erat dengan keberadaan auksin, ia merangsang produksi dan pelepasan etilen sehingga etilen akan menghambat efek auksin. Jadi, produksi etilen oleh tunas lateral akan menghambat pertumbuhan pucuknya. Proses ini dipengaruhi oleh penurunan konsentrasi auksin dan didukung oleh hormone etilen yang memegang peranan penting dalam proses penuaan tubuh tumbuhan dan pematangan buah.

3.    Proses Pembungaan
Bunga adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan tingkat tinggi. Untuk berhasilnya proses reproduksi terhadap pembentukan bunga sangat tergantung pada kondisi lingkungan yang cocok. Beberapa tumbuhan membutuhkan suhu lingkungan yang cocok untuk melaksanakan reprodusi seksual.
Respon dari tumbuhan terhadap panjang hari disebut fotoperiodisme. Berdasarkan kepada pengaruh fotoperiodisme terhadap pembungaannya inilah maka dikenal 3 kelompok tumbuhan :
              Tumbuhan hari pendek
              Tumbuhan hari panjang
              Tumbuhan netral (yang tak terpengaruh oleh panjang hari)
Walaupun tumbuhan tidak bersistem syaraf seperti halnya hewan, tetapi tumbuhan menunjukkan respon biologis terhadap rangsangan eksternal (cahaya) tersebut.

            Beberapa tumbuhan lain membutuhkan suhu tertentu untuk berbunga. Pembungaan yang terjadi karena suhu rendah dikenal sebagai vernalisasi. Contohnya tumbuhan wortel. Pada tahun pertama ia tumbuh secara vegetative dengan menyimpan kelebihan makanannya di akarnya. Pada musim dingin tahun kedua ia berbunga dan melaksanakan reproduksi. Jika ia tetap pada berada pada lingkungan yang hangat, ia akan meneruskan pertumbuhan vegetatifnya dan tidak melakukan reproduksi seksual.
 
4.    Taksis
             Dalam mempelajari perilaku hewan, kita menganggap bahwa hewan dapat melihat, merasa, dan mempunyai emosi seperti kita. Pergerakan dari hewan (menjauhi atau menuju stimulus) karena cahaya, bahan kimia, panas dan sebagainya disebut taksis.
Selain itu, ada hewan yang mengubah kecepatan gerakannya karena perubahan rangsangan lingkungannya, ini disebut dengan kinesis. Taksis mencakup perilaku hewan berupa respon terhadap tanda atau isyarat dari lingkungannya termasuk dari organisme lain. Contohnya : migrasi cacing tanah ke permukaan tanah setelah hujan.

                                                           
5. Etologi
             Hewan menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungan luarnya dengan mensingkronkan proses-proses metabolismenya dan perilakunya. Umumnya perilaku hewan tergantung kepada irama biologis ini. Ada hewan yang disebut sebagai hewan diurnal sebab ia sangat aktif pada siang hari seperti lebah madu, burung dara, dan sebagainya, dan sebaliknya ada yang disebut hewan nokturnal sebab sangat aktif pada malam hari seperti tikus, burung hantu, dan sebagainya.
             Pada hewan, kita mengenal perilaku bawaan (innate behavior) dan perilaku belajar (learned behavior). Perilaku bawaan biasa disebut perilaku tanpa belajar. Belajar (learning) adalah suatu proses di mana hewan mengambil manfaat dari pengalamannya. Jadi, perilakunya dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Dua buah contoh dari perilaku belajar ini ialah habituasi (habituation), hewan menjadi terbiasa di lingkungan / keadaan yang baru, dan rekaman (imprinting) berupa proses rekaman pengalaman pertama.
             Pengetahuan “imprinting” pada hewan diperkenalkan pertama kali oleh seorang ahli biologi Austria, Dr. Konrad Lorenz, ketika ia  menetaskan telur itik. Lorenz menemukan cara balajar yang bergantung kepada satu pengalaman saja. Anak itik yang baru saja menetas ini akan mengikuti benda bergerak yang pertama kali dilihatnya, yang biasanya adalah induknya. Karena telurnya menetas di inkubator, maka anak itik ini merekam bahwa Dr. Lorenz adalah ‘induk’nya.

6.  Beberapa Pola Perilaku Hewan
               Banyak hal yang dilakukan hewan dalam rangka kelangsungan hidup dan berkembangbiak. Dua hal yang akan dipaparkan dalam makalah ini ialah perilaku migrasi dan perilaku teritorialitas.
Migrasi adalah perpindahan dari suatu areal tertentu ke areal lainnya baik satu kali perjalanan ataupun bolak-balik dari tempat asal ke tempat lain. Bila kondisi lingkungan cukup mengkhawatirkan dan sumber makanan hamper tidak ada lagi.
Ada dua cara yang dilakukan hewan untuk mengatasi kondisi tersebut :
     Pertama, sebagian spesies mengadaptasi dirinya dengan cara menekan energi, yaitu dengan cara tidur dalam jangka waktu yang panjang (hibernasi).
     Kedua, hewan meninggalkan lingkungan tempatnya menuju kondisi yang lebih sesuai yang biasa disebut migrasi.
            Perilaku Teritorialitas adalah perilaku sosial yang bernilai untuk mempertahankan hidup jenis hewan tersebut. Hal ini ditunjukkan oleh berbagai jenis hewan mulai dari hewan Avertebrata sampai hewan Vertebrata. Perilaku ini misalnya pada bangsa burung, dimulai dengan yang jantan berkicau pada suatu wilayah yang belum ada ‘pemiliknya’. Kicauan burung ini menunjukkan bahwa ia telah menguasai wilayah tersebut dan tidak ada burung jantan lain boleh memasukinya. Jika kemudian ada burung jantan lain yang datang maka akan terjadi pertarungan singkat, dengan hasil burung pendatang selalu kalah dan pergi meninggalkan tempat tadi.
              Perilaku teritorial ini dipengaruhi oleh hormon kelamin jantan yang menyebabkan masaknya sel-sel kelamin. Itulah sebabnya mengapa burung betina yang datang tidak diusir dan bahkan dijadikan pasangan untuk berkembangbiak. Kawasan yang dipertahankan oleh burung jantan tentulah kawasan yang sudah tersedia cukup makanan sehingga anak-anaknya kelak dapat memperoleh makanan yang cukup yang tersedia di teritorinya. Jadi, perilaku teritorial berkaitan erat dengan pola hidup hewan tersebut agar proses perkembangbiakannya berhasil.
              Ukuran teritorial cenderung fleksibel. Jika jumlah populasi rendah, ukuran teritori besar. Jika makanan melimpah, ukuran teritori cenderung menyempit sebab tidak ada gunanya mempertahankan teritori yang besar. Sebaliknya, jika populasi terlalu tinggi tidak perlu lagi mempertahankan teritori karena keadaan tidak memungkinkan.

Kesehatan Lingkungan, Etika Lingkungan, dan Pengembangan Pemukiman

PE MBAHASAN KESEHATAN LINGKUNGAN A.       Pengertian Kesehatan Lingkungan Kesehatan lingkungan adalah kesehatan yang sangat penting ...